Connect with us

Artikel

TRIPIA RESEARCH: Siapa Chris Limahelu, Orang Indonesia yang Mencetak Rekor di Rose Bowl Game? (2)

Published

on

Namanya dikenang publik California bukan hanya karena rekor field goal. Tetapi juga karena pertandingan paling epik dalam sejarah The Rose Bowl Game.

INFORMASI yang dihimpun Tripia.id menyebut, perpindahan Christian Adrian Limahelu –Chris Limahelu– dari Indonesia ke Belanda bersama keluarganya terjadi saat dia masih bayi. Sayangnya, tak ada keterangan tahun berapa Chris angkat kaki dari Tanah Air. Di usia 10 tahun, Chris sudah tertarik pada football. Entah dari mana inspirasinya. Namun saat tahun berikutnya, dia mempelajari secara serius olahraga ini dan mulai mengembangkan teknik menendang bola berbentuk lonjong itu. Setelah dari Negeri Kincir Angin, keluarga Chris kemudian pindah ke Amerika Serikat. Dalam pelbagai literasi, tak diketahui kapan Limahelu mulai menjejakkan kaki di Amerika Serikat.

Chris diketahui pernah bersekolah di South Hills High School, West Covina –California. Di sana, dia tidak hanya menekuni olahraga football, melainkan juga tenis dan gulat. Setelah lulus, Chris melanjutkan pendidikannya di Citrus College, Glendora –California– sebelum akhirnya pindah ke University of Southern California (USC) dan mengambil jurusan sosiologi. Fase perpindahan dari Citrus College ke USC boleh dibilang menjadi titik balik Chris. Di sana, dia awalnya bergabung dengan program football USC dan bermain di tim junior pada 1972 –tahun keduanya di USC. Saat itulah, permainan football Chris untuk pertama kali menarik perhatian media setempat.

Di tim Trojans junior, Chris sudah membuat rekor tersendiri di musim 1973. Dia berhasil melakukan field goal sebanyak 14 kali dari 18 kali percobaan. Jumlah itu lebih banyak enam kali dibanding kicker Trojans junior sebelumnya yang dilakukan dalam satu musim. Rekor lainnya, tentu saja saat melawan Ohio State Buckeyes di The Rose Bowl Game musim kompetisi 1974. Dua field goal sejauh 42 yard dan 47 yard yang diciptakannya, menjadi field goal terpanjang kedua di kompetisi itu dan menjadi field goal terpanjang yang pernah dilakukan kicker di USC. Disamping itu, Chris juga berhasil menciptakan 31 poin lewat tendangan konversi dari 34 percobaan tendangan konversi setelah touchdown.

 

Medio 1974 disebut-sebut sebagai tahun keemasan Chris bermain football. Bahkan puncaknya terjadi saat USC melawan Stanford University Cardinals di kompetisi Pacific-8 (Pac-8) Conference. USC awalnya sempat tertinggal 23-10 di kuarter ketiga. Namun, Chris membalik keadaan. Lewat field goal sejauh 34 yard, Chris berhasil menempatkan bola di antara dua tiang gawang. Fakta yang mengejutkan, pertandingan di kuarter keempat itu hanya menyisakan 3 detik sebelum Chris melesakan tendangan. USC akhirnya menang 26-27 dari Stanford.

Tripia.id yang melakukan penelusuran secara digital menemukan potongan video pertandingan bersejarah itu di Youtube, dimana Chris yang mengenakan nomor punggung 11 melakukan field goal. Video berdurasi 1 menit 17 detik itu menggambarkan detik-detik kemenangan USC atas Stanford yang dilaksanakan 11 Oktober 1973. Sejak saat itu, karir football Chris berubah. Dia bahkan mendapat tawaran untuk bermain di Trojans senior dan bermain di Rose Bowl pada musim kompetisi 1975.

Di tim USC senior, prestasinya lebih mentereng lagi. Limahelu berhasil melakukan 10 field goal dari 17 kali percobaan dan berhasil mencipatakan 39 poin dari peluang 43 poin lewat tendangan konversi setelah touchdown. Berkat penampilan apik itu, dia bahkan masuk dalam tim utama All Pac 8 ketika USC memenangkan gelar nasional. Lalu pada pertandingan melawan University of California, Los Angeles (UCLA) Bruins pada akhir November 1974, Chris sekali lagi membuat field goal sejauh 30 yard. Di pertandingan yang sama, dia kembali menciptakan field goal sejauh 50 yard –memecahkan rekornya sendiri di tahun sebelumnya. (bersambung/fa)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel

Konon, Nasi Goreng Dari Tiongkok

Published

on

By

Nasi goreng menyimpan jejak sejarah panjang.

SEJAK 4.000 Sebelum Masehi (SM), konon nasi goreng bermula di Negeri Tirai Bambu. Dari catatan yang ditemukan –dikutip dari The Thousand Recipe Chinese Cook Book (1966) karya Gloria Bley Miller– nasi goreng mulai cukup dikenal pada era Dinasti Sui (581–618 Masehi), tepatnya di Kota Yangzhou.

Tercetusnya ide nasi goreng berawal dari kebiasaan sederhana. Awalnya, orang-orang Tiongkok pada masa itu ingin memanaskan nasi agar tidak basi dan terbuang percuma. Maka, nasi tersebut diproses ulang dengan cara digoreng. Agar lebih nikmat dan bercitarasa, maka ditambahkan bumbu dan rempah sebelum disantap. Inilah alasan di balik memanaskan nasi yang kemudian dikenal sebagai nasi goreng dan menjadi makanan yang sangat populer.

Tersebarnya nasi goreng terjadi akibat migrasi yang dilakukan orang-orang Tiongkok. Di Indonesia, nasi goreng yang dibawa bangsa Tionghoa beradaptasi dan berkembang sesuai dengan daerah yang mereka tinggali. Maka tidak heran jika kini ada banyak sekali jenis nasi goreng di Tanah Air.

Meskipun nasi goreng kerap disebut-sebut berasal dari Tiongkok, namun tidak demikian dengan pendapat Hillary Keatinge dan Anneke Peters yang terungkap dalam buku The Flavour of Holland (1995). Dua penulis kuliner ini yakin bahwa nasi goreng memang berasal dari Indonesia. Nasi goreng –tulis Keatinge dan Peters– adalah makanan asli Indonesia yang merupakan olahan nasi sisa yang dimasak kembali untuk dihidangkan bersama irisan omelette –telur dadar– dan menjadi menu yang biasanya dinikmati di pagi hari. (tirto)

Continue Reading

Artikel

Dari Mana Asal Kecap Manis?

Published

on

By

Kecap manis berasal dari Pulau Jawa, kemudian menyebar ke banyak pojokan Nusantara.

MEMANG, secara asal-usul, kecap manis adalah bentuk lanjutan dari kecap asin. Menurut buku History of Soy Sauce yang ditulis William Shurtleff dan Akiko Aoyagi, sejarah kecap bisa ditarik sejak abad ke 3 di jazirah Tiongkok.

Dalam buku itu, disebutkan bahwa kecap dikenal dunia barat pada 1680. Kecap mulai masuk Nusantara pada 1737. Saat itu serikat dagang Hindia Belanda membawa kecap ke Batavia –sekarang Jakarta– untuk kemudian dikemas dan dikirim ke Amsterdam. Namun, diperkirakan kecap sudah masuk Nusantara jauh sebelum itu, dibawa oleh imigran dari Tiongkok.

Dalam menulis sejarah kecap di Nusantara, Shurtleff dan Aoyagi juga merujuk pada buku lawas, Pemimpin Pengoesaha Tanah (1915) yang mencantumkan bahan baku pembuatan kecap, yakni: ground fish (ikan yang hidup di dasar air, di buku itu dituliskan contohnya: ikan pikak), jamur kuping, daun salam, daun pandan, laos, jahe, sereh, bawang merah, dan suwiran daging ayam.

Di berbagai babad soal kecap, bahan lain yang kerap disertakan sebagai bahan baku adalah bunga lawang, ketumbar, akar laos, hingga kepayang, alias kluwek. Tentu beda merek kecap, beda pula racikan resepnya. Karenanya, tiap kecap manis pasti punya karakter rasa masing-masing. Kecap-kecap ini yang jadi andalan warga lokal, dan seringkali ada rasa yang hilang kalau kecap itu diganti merek lain.

Ada banyak merek kecap manis lain. Di Madiun ada kecap Cap Tawon. Di Medan, ada trivium Cap Sempurna, Cap Panah, dan Cap Angsa. Orang Majalengka kenal dua kecap legendaris, Maja Menjangan dan Segi Tiga. Di Semarang, yang terkenal adalah kecap Cap Mirama. Di Palembang ada kecap Cap Bulan dan Cap Merpati. Di Tegal, orang kenal merek Djoe Hoa. Di Makassar ada merek Sumber Baru dan Sinar. Kebumen punya kecap andalan Banyak Mliwis. Tuban punya merek Cap Laron. Tak ada yang nomor dua. Semua kecap itu nomor satu.

Menurut Bondan Winarno di Kecap Manis: Indonesia’s National Condiment, kata kecap merupakan penyerapan dari karakter Hanzi, koechiap. Namun, tulis Bondan, kata itu juga punya arti lain: tomat. Karena itu pula, dunia barat mengenal ketchup sebagai saus tomat. Kecap manis jadi bukti pendatang dari Tiongkok yang datang ke Pulau Jawa amat lihai beradaptasi.

Bondan menyebut bahwa para pendatang Tiongkok yang bermukim di Tuban, Gresik, Lasem, Jepara, dan Banten pada abad 11 menyadari bahwa orang-orang di Pulau Jawa suka rasa manis. Maka mereka memodifikasi kecap asin yang mereka bawa dari kampung halaman. “Mereka,” tulis Bondan, “menambahkan gula palem yang merupakan produk lokal. Dan, voila, lahirlah kecap manis!”

Karena kelahirannya di Jawa, tak heran kalau kecap manis banyak berkembang di sana pula. Bondan menyebut, hanya sedikit merek kecap manis di Sumatera Utara dan Selatan, Kalimantan, juga Sulawesi. Ini yang kemudian membuat banyak orang berkelakar bahwa kecap identik dengan orang Jawa. “Di Sumatera Barat, yang terkenal dengan makanan Padang, tak ada pembuat kecap manis. Di Bali juga tak ada, padahal letaknya tak jauh dari Jawa.”

Kata Bondan, “Kecap manis adalah hadiah dari pendatang Cina untuk tuan rumah. Dan karena ia lahir di Nusantara, maka kita bisa berbangga hati menyebut kecap manis adalah produk asli Indonesia. Kecap manis benar-benar permata di warisan kuliner Indonesia.” (tirto)

Continue Reading

Artikel

Siapa Sosok Pertama yang Memerankan Badut Legendaris McDonald?

Published

on

By

Setiap anak kecil di dunia pasti mengenal karakter Ronald McDonald, maskot restoran cepat saji asal Amerika Serikat, McDonald’s.

BERSAMA dengan tiga temannya, Mayor McCheese, the Hamburglar, Grimace, Birdie the Early Bird, dan The Fry Kids, Ronald menjadi magnet utama bagi anak kecil untuk mengunjungi McDonald’s. Lantas, siapa sosok dibalik badut legendaris itu?

Ada dua versi klaim yang beredar mengenai figur asli yang memerankan Ronald pertama kali. Versi pertama datang dari Willard Scott. Versi kedua, dari George Voorhis dan Terry Teene. Namun, McDonald’s sebagai perusahaan sebenarnya tidak menyebut Scoot sebagai pencipta Ronald. Apalagi dengan Voorhis dan Teene. McDonald’s hanya menyatakan Ronald memang diperankan oleh Scott.

McDonald’s menyatakan, “Senyumnya dikenal di seluruh dunia. Ronald McDonald berada di urutan kedua setelah Sinterklas soal dikenali anak-anak. Menurut sebuah survei, 96 persen dari semua anak-anak sekolah di Amerika Serikat mengenali Ronald. Dalam iklan televisi pertama McDonald’s pada 1963, badut tersebut memang diperankan oleh Willard Scott”.

Klaim Scott sebagai Ronald yang asli didukung 28 Maret 2000 lalu oleh Henry Gonzalez, Presiden Divisi Northeast McDonald’s. Dia secara khusus berterima kasih kepada Scott untuk jasanya menciptakan tokoh Ronald dalam tribut yang direkam untuk Scott dalam acara Today Show.

Kehadiran Ronald sebagai maskot terjadi pada awal 1960-an dan memiliki peran besar dalam proses penjualan McDonald’s. Saking populernya Ronald, pada 1970-an bahkan ada komik khusus yang memuat cerita ringan soal Ronald.

Dari komik ini satu-persatu karakter lain ikut bermunculan. Di 1990-an, Ronald dan teman-temannya menjadi maskot ikonik dari McDonald’s. Pelbagai miniatur dan mainan karakter fiksi ini hadir dalam tema McDonaldland dan banyak di jual di restoran cepat saji ini.

Perjalanan panjang Ronald dan teman-temannya berakhir pada 2003 dimana McDonald’s menyasar pasar orang dewasa dibanding anak-anak. Munculnya kampanye “I’m Lovin It” menjadi awal hilangnya sosok Ronald dan teman-temannya. (pelbagai sumber)

Continue Reading

Trending