Connect with us

Artikel

Pizza Hut: Bermula Dari Pinjam Uang Ibu

Published

on

Pizza Hut pertama kali dirintis Camey bersaudara, Dan dan Frank, pada 1958 di Wichita, Kansas, Amerika Serikat.

FRANK Carney lahir pada 1931. Adiknya, Dan Carney, lahir 1938. Usaha mereka pertama kali adalah bisnis makanan dengan bekerja untuk ayah mereka ditoko kelontong lokal. Saat itu, keduanya merupakan mahasiswa di Wichita State University, Kansas, AS.

Cerita penemuan Pizza Hut sendiri ada beberapa versi. Pertama, Frank serta Dan disebut memperoleh pemikiran kreatif untuk membuka sebuah restoran pizza setelah membaca sebuah artikel di surat kabar Saturday Evening Post tentang berkembangnya popularitas makanan pizza.

Cerita lain, keduanya membeli sebuah bangunan kecil yang akan mereka jadikan sebagai restoran setelah meminjam uang ibu mereka sebagai modal. Uang yang dipinjam Camey bersaudara ke ibu mereka adalah 600 dollar AS atau setara 5.400 dollar AS –sekira Rp 78 juta

Carney bersaudara awalnya diceritakan tidak kepikiran untuk menjual pizza sebagai bisnis mereka. Ya, awalnya mereka benar-benar tidak tahu harus menjual apa di restoran yang akan mereka jalani itu, sebelum akhirnya seorang wanita yang menjual bangunan kecil tersebut menyarankan mereka untuk menjual pizza, makanan tenar pada masanya di New York yang dibawa imigran Italia.

Frank beserta Dan yang semulanya tidak tahu cara membuat pizza, secara kebetulan bertemu dengan John Bender, lelaki yang pernah bekerja di restoran pizza. John pun membantu Carney bersaudara untuk mengembangkan resep pizza pertama mereka.

Apapun versi cerita yang beredar, faktanya dengan hanya mengandalkan naluri bisnis, dua bersaudara ini membuka toko pizza kecil di kampung halaman mereka di Wichita dengan nama Pizza Hut. Bahkan, ketika itu mereka mengolah pizza buatan sendiri dengan peralatan bekas.

Adapun produk awal yang mereka buat adalah pizza original dengan nama Thin ’n Crispy. Termasuk menu dasar lainnya, yaitu salad dan minuman ringan.

Hal yang menarik nama Pizza Hut dipilih sebenarnya karena ketidaksengajaan. Ketika Dan dan Frank Carney memulai bisnis pizzanya, mereka tidak tahu harus memberi nama seperti apa. Pada waktu itu, distributor Coca-Cola lokal menyediakan papan tanda luar kecil gratis yang lebar di bagian atas dan meruncing ke bawah di bagian bawah. Ada ruang untuk hanya lima huruf di baris atas dan tiga huruf di baris bawah.

Istri Dan, Beverly, menyebutkan bahwa bangunan tempat mereka berjualan pizza seperti sebuah gubuk (Bahasa Inggris “Hut”). Akhirnya keputusan itupun dibuat, dan restoran pizza tersebut diberi nama Pizza Hut. (wikipedia)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel

17 Agustus 1945: Berita Proklamasi yang Terlambat Sampai ke Kalimantan Timur

Published

on

By

Informasi proklamasi kemerdekaan Indonesia terdengar di Kalimantan melalui radio, surat kabar, para pejuang yang datang dari Pulau Jawa, pamflet, serta ekspedisi pemuda Pulau Jawa ke Kalimantan.

PROKLAMASI kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur, Nomor 56, Kota Jakarta, pada 17 Agustus 1945, atas nama bangsa Indonesia. Sesuai dengan makna katanya, proklamasi merupakan pemberitahuan resmi kepada seluruh rakyat. Proklamasi semakin bermakna ketika isinya didengar oleh semakin banyak orang. Oleh karena itu, berita proklamasi kemudian disebarkan ke pelbagai wilayah di Indonesia hingga ke luar negeri.

Dari Kota Jakarta, berita proklamasi disebarkan ke seluruh wilayah di Indonesia, terutama melalui telegram dan radio. Bahkan ada wilayah di Indonesia yang mendapatkan berita proklamasi dari siaran berita luar negeri.

Berita proklamasi tersebar ke pelbagai wilayah di Indonesia dengan kecepatan dan cara yang berbeda-beda. Ada wilayah yang menerima berita tersebut pada hari itu juga. Ada pula yang baru mendengar berita tersebut beberapa bulan setelahnya. Penyampaian berita proklamasi secara resmi kebanyakan dilakukan oleh delegasi dari daerah yang baru pulang dari rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) di Kota Jakarta.

Menurut Iskandar, Suroso, dan Idris (2001), perbedaan kecepatan penerimaan berita proklamasi disebabkan oleh minimnya sarana perhubungan serta komunikasi yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Perbedaan juga ditemukan dari cara memperoleh berita proklamasi. Ada yang mendapatkan informasi dari telegram, radio, surat kabar, pamflet, prang per orang, hingga dalam perayaan Idulfitri.

Sayang. Serupa daerah lain di luar Pulau Jawa, berita proklamasi kemerdekaan Indonesia juga terlambat sampai ke Kalimantan Timur. Di Kota Balikpapan, informasi tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia didapatkan melalui pekerja Bataafsche Petroleum Maatschappij atawa BPM. Maksud kedatangan mereka yang datang dari Pulau Jawa itu untuk merehabilitasi kilang minyak yang rusak akibat perang.

Berita itu pun tidak langsung disebarkan. Tetapi hanya beredar di kalangan terbatas. Setelah berita proklamasi diterima masyarakat Kota Balikpapan, mereka lalu mengibarkan bendera pada 13 November 1945 sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah Republik Indonesia.

Di Kota Samarinda, setali tiga uang. Kabar proklamasi kemerdekaan Indonesia juga datang terlambat. Sekira sebulan sesudah proklamasi dikumandangkan, masyarakat Kota Samarinda baru menerima kabar tersebut.

Kondisi serupa berlanjut hingga ke Sanga-Sanga, Kabupaten Kertanegara. Kabar proklamasi kemerdekaan Indonesia disampaikan Sudirin, petugas penerima berita dari stasiun radio tentara sekutu. setelah kurang lebih sebulan pasca proklamasi dikumandangkan di Kota Jakarta. (mahatma chryshna)

Continue Reading

Artikel

Game Horor Buatan Indonesia: Pamali (1)

Published

on

By

INDONESIA perlu berbangga hati yakni karena ada game horror baru yang siap meneruskan jejak kesuksesan Dread Out bertajuk Pamali. Game Horror Indonesia Pamali di buat oleh StoryTale Studio, developer lokal asal Bandung. Meskipun sudah rilis dari 28 Desember 2018, namun game ini tetap seru dimainkan hingga sekarang.

Berdasarkan deskripsi resminya di Steam, Pamali merupakan game horor berdasarkan cerita rakyat, di mana pilihan yang kita buat adalah elemen penting untuk menentukan perjalanan dan ending permainan. Lewat Pamali, kita bisa mengenal berbagai mitos, tabu, dan budaya masyarakat Indonesia.

Pamali dikembangkan oleh StoryTale Studio, studio kreatif indie yang berasal dari Bandung dan fokus pada pengembangan game, aplikasi dan animasi. Sebelum Pamali, StoryTale Studio pernah merilis game berjudul My Safe House pada 21 April 2018. Game ini tentu tak kalah seram dan menegangkan.

Game horor Pamali yang satu ini cukup memberikan kesan Indonesia banget. Apalagi game horor ini tidak hanya memiliki satu alur cerita saja. Akan tetapi, memiliki 4 alur yang menarik sekaligus.

Untuk versi pertama yaitu The White Lady (Kuntilanak) yang rilis di tanggal 28 Desember 2018. Sedangkan untuk versi selanjutnya yaitu The Tied Corpse (Pocong), The Little Devil (Tuyul), dan The Hungry Witch (Leak).

Sesuai dengan namanya, game horor ini banyak menampilkan nuansa menakutkan. Mulai dari segi grafis dan hantu-hantu yang ada. Lebih menonjolnya lagi adanya lighting hingga sound membuat nuansa game horror Pamali semakin terasa mencekam. Sehingga dengan perangkat mumpuni yang sudah di persiapkan sejak awal, membuat bermain kian menegangkan. (*)

Continue Reading

Artikel

Benarkah Pizza Dari Italia?

Published

on

By

Featured

Dari bangsa Yunani hingga Mesir punya cerita khas ihwal pizza. Mereka memiliki tradisi membuat pizza versi masing-masing.

KENDATI kemudian makanan berbentuk lingkaran datar atau pipih ini disebut-sebut berasal dari Italia, namun sebenarnya belum ada kesepakatan dari para ahli mengenai asal-usul dan penciptaan pizza yang pertama-tama.

Dikutip dari History, tempat kelahiran modern pizza adalah wilayah Campania Italia barat daya, rumah bagi kota Napoli. Didirikan sekitar 600 SM sebagai pemukiman Yunani, Napoli pada 1700-an dan awal 1800-an adalah kota tepi laut yang berkembang pesat. Secara teknis kerajaan independen, wilayah ini terkenal karena kerumunan pekerja miskin, atau lazzaroni.

Orang Napoli membutuhkan makanan murah yang dapat dikonsumsi dengan cepat. Pizza yang merupakan roti pipih dengan berbagai topping, dimakan untuk makanan apa saja dan dijual oleh pedagang kaki lima atau restoran informal, memenuhi kebutuhan warga.

Pizza awalnya dikonsumsi oleh orang miskin Napoli menampilkan hiasan lezat yang disukai saat ini, seperti tomat, keju, minyak, ikan teri, dan bawang putih. Sementara, Italia bersatu pada 1861, dan Raja Umberto I dan Ratu Margherita mengunjungi Napoli pada 1889.

Legenda menyebut bahwa pasangan yang bepergian bosan dengan menu tetap masakan haute Prancis dan meminta bermacam-macam pizza dari Pizzeria Brandi di kota itu, penerus pizzeria Da Pietro, yang didirikan pada 1760. Variasi yang paling dinikmati ratu disebut pizza mozzarella, pai dengan keju putih lembut, tomat merah, dan basil hijau di atasnya. Sejak saat itu –menurut cerita– kombinasi topping itu dijuluki pizza Margherita. Berkat Ratu Margherita dapat menjadi awal dari kegilaan pizza di seluruh Italia.

Namun pizza tidak banyak dikenal di Italia di luar perbatasan Napoli hingga 1940-an. Namun di lautan yang jauh, para imigran ke Amerika Serikat dari Napoli sedang mereplikasi pizza mereka di New York dan kota-kota Amerika lainnya, termasuk Trenton, New Haven, Boston, Chicago, dan St. Louis.

Orang Napoli datang sebagai pekerjaan pabrik, seperti yang dilakukan jutaan orang Eropa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, mereka tidak berusaha membuat pernyataan kuliner. Namun relatif cepat, rasa dan aroma pizza mulai menggugah minat orang non-Napoli dan non-Italia.

Kendati belum ditemukan kepastian terkait asal-usul pizza yang konon sudah dikenal sejak zaman Yunani dan Mesir Kuno, namun Italia barangkali memang paling terdepan dalam mengklaim kuliner ini. (*)

Continue Reading

Trending