Connect with us

Artikel

Masa Sekolah Nikola Tesla: Mewarisi Genetika Eidetic Memory dari Sang Ibu

Published

on

Nikola Tesla lahir dari etnis Serbia, di sebuah desa, di Smiljan –Lika– Kekaisaran Austria. Wilayah itu kini bernama Kroasia.

AYAHNYA, Milutin Tesla, adalah pendeta Kristen Ortodoks. Ibunya, Đuka Tesla, sejatinya juga merupakan putri seorang pendeta Kristen Ortodoks. Namun selain sebagai ibu rumah tangga, Buka Tesla justru memiliki bakat tak biasa. Ia mampu membuat alat kerajinan rumah, peralatan mekanik, dan menghafal puisi epik Serbia. Kemampuan yang sudah tentu istimewa mengingat Buka Tesla tidak pernah menerima pendidikan formal.

Dari sosok sang ibu inilah, Nikola –nama panggilan Nikola Tesla sewaktu kecil– disebut mewarisi genetika eidetic memory serta kemampuan kreatif lain. Tesla sendiri adalah anak keempat dari lima bersaudara. Dia memiliki kakak bernama Dane dan tiga saudara perempuan bernama Milka, Angelina, dan Marica.

Saaat kecil –pada 1861– Tesla mengenyam pendidikan di sekolah dasar di Smiljan. Di sana, dia belajar bahasa Jerman, aritmetika, dan agama. Saat menyelesaikan sekolah dasar dan menempuh sekolah menengah, keluarga Tesla sempat pindah ke Gospic –Lika– pada 1862. Perpindahan itu berlanjut pada 1870. Tesla pindah ke Karlovac di bagian utara untuk menempuh sekolah menengah atas di Gymnasium Karlovac. Kelasnya sendiri menggunakan bahasa Jerman sebagai pengantar karena sekolahnya berada di dalam Militärgrenze Austria-Hungaria.

Di sekolah inilah, Tesla sempat mengungkapkan ketertarikannya lewat tulisan mengenai demonstrasi kelistrikan yang dilakukan profesor fisikanya. Dalam tulisan itu, Tesla menyatakan demonstrasi kelistrikan yang disebutnya “fenomena misterius” itu justru membuatnya ingin tahu lebih lanjut. Hebatnya, selama bersekolah di sana, Tesla bisa menghitung kalkulus integral dalam kepalanya. Kemampuan istimewa ini justru membuat gurunya mengira Tesla mencontek. Tesla akhirnya menyelesaikan masa sekolah dalam tempo tiga tahun dan lulus pada 1873.

Medio 1873, Tesla kembali ke kota kelahirannya, Smiljan. Tak lama setelah tiba, Tesla sempat terjangkit kolera. Dia terbaring di tempat tidur selama sembilan bulan dan hampir mati beberapa kali. Saat mengalami perasaan putus asa, sang ayah justru berjanji akan mengirimnya ke sekolah teknik terbaik jika dia pulih dari penyakit. Janji yang sebenarnya tak sesuai dengan harapan sang ayah yang ingin Tesla menjadi pendeta.

Pada 1874, Tesla sempat menghindar menjadi tentara Austria-Hungaria di Smiljan. Makanya, dia memutuskan melarikan diri ke Tomingaj –dekat Gračac. Di sana, Tesla menjelajahi pegunungan dengan mengenakan pakaian pemburu. Tesla mengatakan bahwa berkontak dengan alam membuatnya lebih kuat, baik secara fisik maupun mental. Di masa itu, Tesla membaca banyak buku di Tomingaj, dan kemudian menyatakan bahwa buku karya Mark Twain telah membantunya secara ajaib sembuh dari penyakit sebelumnya.

Pada 1875, Tesla mendaftar di Politeknik Austria di Graz –Austria– melalui beasiswa Militer Frontier. Selama tahun pertamanya, Tesla tidak pernah melewatkan kelas, meraih nilai tertinggi, bahkan lulus sembilan ujian –hampir 2 kali dari yang disyaratkan. Tidak hanya sampai disitu. Tesla juga membuat klub budaya Serbia. Saking jeniusnya, Tesla mendapat pujian dari dekan fakultas teknik di Politeknik Austria. Lewat sepucuk surat yang dikirim kepada ayahnya, sang dekan menyatakan, “Anak Anda adalah bintang peringkat pertama.”

Waktu berlalu. Selama tahun kedua di Politeknik Austria, Tesla kerap berdebat dengan profesor Poeschl mengenai dinamo Gramme ketika Tesla menyarankan bahwa komutator tidak diperlukan. Tesla sering belajar dari pukul 03.00 hingga 11.00. Bahkan saat Minggu atau hari libur. Kendati begitu, Tesla mengaku malu ketika sang ayah memujinya bahwa dia sudah belajar sangat keras.

Di akhir tahun kedua di Politeknik Austria, Tesla harus kehilangan beasiswa. Imbasnya, Tesla menjadi kecanduan judi. Makanya selama tahun ketiga di sana, Tesla mempertaruhkan seluruh uang saku dan uang kuliahnya. Kabarnya, uang yang digunakan tersebut berhasil dikembalikan kepada keluarganya. Tesla mengatakan bahwa di depan meja judi dia mampu “menaklukkan gairahnya” di sana.

Di masa sulit itu, justru bertepatan dengan waktu ujian. Tesla tidak siap dan meminta perpanjangan waktu untuk belajar. Namun permintaan itu ditolak. Tesla pun tidak menerima nilai di akhir semester ketiga dan tidak pernah lulus dari Politeknik Austria.

Pada Desember 1878, Tesla memilih meninggalkan Politeknik Austria. Bahkan, dia memutuskan semua komunikasi dengan keluarganya. Hal ini dilakukan Tesla untuk menutupi fakta bahwa dia telah keluar dari Politeknik Austria. Tesla lalu memilih pergi ke Maribor –kini Slovenia. Di sana, dia bekerja sebagai juru gambar dengan upah 60 florin per bulan. Tesla bahkan diketahui sering menghabiskan waktu luang bermain kartu dengan pria lokal di jalanan.

Pada Maret 1879, sang ayah sempat pergi ke Maribor untuk memohon kepada Tesla untuk kembali ke rumah. Namun permintaan itu menolak. Pada 24 Maret 1879, Tesla dikembalikan ke Gospic di bawah penjagaan polisi karena tidak memiliki izin tinggal.

Pada 17 April 1879, sang ayah meninggal pada usia 60 setelah tertular penyakit yang tidak diketahui. Beberapa sumber menyebut, ayahnya meninggal karena stroke. Di tahun itu, Tesla mengajar sebuah kelas di sekolah lamanya di Gospic. Setelah kematian sang ayahnya pada 1879, Tesla kemudian menemukan paket surat yang dikirim profesor Poeschl kepada ayahnya. Dalam surat itu, profesor Poeschl mengingatkan bahwa tak ada yang bisa menghentikan Tesla kecuali dia dikeluarkan dari sekolah, dan Tesla akan mati akibat terlalu lelah belajar. (wikipedia)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel

17 Agustus 1945: Berita Proklamasi yang Terlambat Sampai ke Kalimantan Timur

Published

on

By

Informasi proklamasi kemerdekaan Indonesia terdengar di Kalimantan melalui radio, surat kabar, para pejuang yang datang dari Pulau Jawa, pamflet, serta ekspedisi pemuda Pulau Jawa ke Kalimantan.

PROKLAMASI kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur, Nomor 56, Kota Jakarta, pada 17 Agustus 1945, atas nama bangsa Indonesia. Sesuai dengan makna katanya, proklamasi merupakan pemberitahuan resmi kepada seluruh rakyat. Proklamasi semakin bermakna ketika isinya didengar oleh semakin banyak orang. Oleh karena itu, berita proklamasi kemudian disebarkan ke pelbagai wilayah di Indonesia hingga ke luar negeri.

Dari Kota Jakarta, berita proklamasi disebarkan ke seluruh wilayah di Indonesia, terutama melalui telegram dan radio. Bahkan ada wilayah di Indonesia yang mendapatkan berita proklamasi dari siaran berita luar negeri.

Berita proklamasi tersebar ke pelbagai wilayah di Indonesia dengan kecepatan dan cara yang berbeda-beda. Ada wilayah yang menerima berita tersebut pada hari itu juga. Ada pula yang baru mendengar berita tersebut beberapa bulan setelahnya. Penyampaian berita proklamasi secara resmi kebanyakan dilakukan oleh delegasi dari daerah yang baru pulang dari rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) di Kota Jakarta.

Menurut Iskandar, Suroso, dan Idris (2001), perbedaan kecepatan penerimaan berita proklamasi disebabkan oleh minimnya sarana perhubungan serta komunikasi yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Perbedaan juga ditemukan dari cara memperoleh berita proklamasi. Ada yang mendapatkan informasi dari telegram, radio, surat kabar, pamflet, prang per orang, hingga dalam perayaan Idulfitri.

Sayang. Serupa daerah lain di luar Pulau Jawa, berita proklamasi kemerdekaan Indonesia juga terlambat sampai ke Kalimantan Timur. Di Kota Balikpapan, informasi tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia didapatkan melalui pekerja Bataafsche Petroleum Maatschappij atawa BPM. Maksud kedatangan mereka yang datang dari Pulau Jawa itu untuk merehabilitasi kilang minyak yang rusak akibat perang.

Berita itu pun tidak langsung disebarkan. Tetapi hanya beredar di kalangan terbatas. Setelah berita proklamasi diterima masyarakat Kota Balikpapan, mereka lalu mengibarkan bendera pada 13 November 1945 sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah Republik Indonesia.

Di Kota Samarinda, setali tiga uang. Kabar proklamasi kemerdekaan Indonesia juga datang terlambat. Sekira sebulan sesudah proklamasi dikumandangkan, masyarakat Kota Samarinda baru menerima kabar tersebut.

Kondisi serupa berlanjut hingga ke Sanga-Sanga, Kabupaten Kertanegara. Kabar proklamasi kemerdekaan Indonesia disampaikan Sudirin, petugas penerima berita dari stasiun radio tentara sekutu. setelah kurang lebih sebulan pasca proklamasi dikumandangkan di Kota Jakarta. (mahatma chryshna)

Continue Reading

Artikel

Game Horor Buatan Indonesia: Pamali (1)

Published

on

By

INDONESIA perlu berbangga hati yakni karena ada game horror baru yang siap meneruskan jejak kesuksesan Dread Out bertajuk Pamali. Game Horror Indonesia Pamali di buat oleh StoryTale Studio, developer lokal asal Bandung. Meskipun sudah rilis dari 28 Desember 2018, namun game ini tetap seru dimainkan hingga sekarang.

Berdasarkan deskripsi resminya di Steam, Pamali merupakan game horor berdasarkan cerita rakyat, di mana pilihan yang kita buat adalah elemen penting untuk menentukan perjalanan dan ending permainan. Lewat Pamali, kita bisa mengenal berbagai mitos, tabu, dan budaya masyarakat Indonesia.

Pamali dikembangkan oleh StoryTale Studio, studio kreatif indie yang berasal dari Bandung dan fokus pada pengembangan game, aplikasi dan animasi. Sebelum Pamali, StoryTale Studio pernah merilis game berjudul My Safe House pada 21 April 2018. Game ini tentu tak kalah seram dan menegangkan.

Game horor Pamali yang satu ini cukup memberikan kesan Indonesia banget. Apalagi game horor ini tidak hanya memiliki satu alur cerita saja. Akan tetapi, memiliki 4 alur yang menarik sekaligus.

Untuk versi pertama yaitu The White Lady (Kuntilanak) yang rilis di tanggal 28 Desember 2018. Sedangkan untuk versi selanjutnya yaitu The Tied Corpse (Pocong), The Little Devil (Tuyul), dan The Hungry Witch (Leak).

Sesuai dengan namanya, game horor ini banyak menampilkan nuansa menakutkan. Mulai dari segi grafis dan hantu-hantu yang ada. Lebih menonjolnya lagi adanya lighting hingga sound membuat nuansa game horror Pamali semakin terasa mencekam. Sehingga dengan perangkat mumpuni yang sudah di persiapkan sejak awal, membuat bermain kian menegangkan. (*)

Continue Reading

Artikel

Benarkah Pizza Dari Italia?

Published

on

By

Featured

Dari bangsa Yunani hingga Mesir punya cerita khas ihwal pizza. Mereka memiliki tradisi membuat pizza versi masing-masing.

KENDATI kemudian makanan berbentuk lingkaran datar atau pipih ini disebut-sebut berasal dari Italia, namun sebenarnya belum ada kesepakatan dari para ahli mengenai asal-usul dan penciptaan pizza yang pertama-tama.

Dikutip dari History, tempat kelahiran modern pizza adalah wilayah Campania Italia barat daya, rumah bagi kota Napoli. Didirikan sekitar 600 SM sebagai pemukiman Yunani, Napoli pada 1700-an dan awal 1800-an adalah kota tepi laut yang berkembang pesat. Secara teknis kerajaan independen, wilayah ini terkenal karena kerumunan pekerja miskin, atau lazzaroni.

Orang Napoli membutuhkan makanan murah yang dapat dikonsumsi dengan cepat. Pizza yang merupakan roti pipih dengan berbagai topping, dimakan untuk makanan apa saja dan dijual oleh pedagang kaki lima atau restoran informal, memenuhi kebutuhan warga.

Pizza awalnya dikonsumsi oleh orang miskin Napoli menampilkan hiasan lezat yang disukai saat ini, seperti tomat, keju, minyak, ikan teri, dan bawang putih. Sementara, Italia bersatu pada 1861, dan Raja Umberto I dan Ratu Margherita mengunjungi Napoli pada 1889.

Legenda menyebut bahwa pasangan yang bepergian bosan dengan menu tetap masakan haute Prancis dan meminta bermacam-macam pizza dari Pizzeria Brandi di kota itu, penerus pizzeria Da Pietro, yang didirikan pada 1760. Variasi yang paling dinikmati ratu disebut pizza mozzarella, pai dengan keju putih lembut, tomat merah, dan basil hijau di atasnya. Sejak saat itu –menurut cerita– kombinasi topping itu dijuluki pizza Margherita. Berkat Ratu Margherita dapat menjadi awal dari kegilaan pizza di seluruh Italia.

Namun pizza tidak banyak dikenal di Italia di luar perbatasan Napoli hingga 1940-an. Namun di lautan yang jauh, para imigran ke Amerika Serikat dari Napoli sedang mereplikasi pizza mereka di New York dan kota-kota Amerika lainnya, termasuk Trenton, New Haven, Boston, Chicago, dan St. Louis.

Orang Napoli datang sebagai pekerjaan pabrik, seperti yang dilakukan jutaan orang Eropa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, mereka tidak berusaha membuat pernyataan kuliner. Namun relatif cepat, rasa dan aroma pizza mulai menggugah minat orang non-Napoli dan non-Italia.

Kendati belum ditemukan kepastian terkait asal-usul pizza yang konon sudah dikenal sejak zaman Yunani dan Mesir Kuno, namun Italia barangkali memang paling terdepan dalam mengklaim kuliner ini. (*)

Continue Reading

Trending