Connect with us

Wiki

#KamuPastiGakTau Riwayat Jembatan Mahakam

Published

on

JEMBATAN Mahakam dibangun di atas alur Sungai Mahakam. Inilah akses yang menghubungkan Samarinda kota dengan Samarinda Seberang. Fungsinya sangat vital bagi pengguna kendaraan sebagai jalur keluar masuk kendaraan dari dan menuju luar Samarinda.

Proses persiapan pembangunan Jembatan Mahakam memakan waktu cukup lama. Butuh waktu 5 tahun –terhitung sejak 1982 hingga 1986– untuk membangun Jembatan Mahakam yang membelah Sungai Mahakam. Perjalanannya dimulai 13 April 1982, saat Gubernur Kalimantan Timur Ery Supardjan dan Menteri Pekerjaan Umum Purnomosidi, mengikuti tim survei untuk melihat lokasi pembangunan Jembatan Mahakam.

Pada 6 Oktober 1983, Gubernur Kaltim Soewandi dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Anwar Hanani, melaksanakan pemancangan tiang pertama Jembatan Mahakam. Inilah tanda dimulainya pembangunan jembatan terbesar di Kota Tepian –saat itu– yang melintasi Sungai Mahakam.

Lalu, pada 4 Oktober 1985, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur Soentoro, bersama Pimpinan Proyek Tatang Hendarman, dan Kepala Bidang Bina Marga Abu Bakar Al-Chered, melaksanakan pemasangan baut terakhir yang menandakan selesainya pembangunan Jembatan Mahakam ini. Nah, pada 2 Agustus 1986, Presiden Soeharto meresmikan jJembatan Mahakam bersama Gubernur Kalimantan Tmur Soewandi dan Menteri Pekerjaaan Umum Suyono Sosrodarsono.

Jembatan Mahakam sendiri miliki panjang total sekira 400 meter dan memiliki ruang vertikal sekira 5 meter. Pasca peresmian, Jembatan Mahakam menjadi satu-satunya akses jalan darat yang menghubungkan daerah Mahakam bagian utara dan Mahakam bagian selatan. Sekira 2 dekade, Jembatan Mahakam menjadi penghubung antara Samarinda Seberang dengan Samarinda Kota. Dikemudian hari, Pemerintah Kota Samarinda mulai membangun dua jembatan untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di Jembatan Mahakam. Dua jembatan itu adalah Jembatan Mahakam Ulu atau Mahulu –dibangun di Kelurahan Sengkotek– dan Jembatan Mahkota II –dibangun di Kecamatan Palaran. (Wikipedia)

Wiki

#KamuPastiGakTau Kalo Nama Pizza Hut Dipilih Karena Gak Sengaja

Published

on

By

Pizza Hut pertama kali dirintis Camey bersaudara, Dan dan Frank, pada 1958 di Wichita, Kansas, Amerika Serikat. Saat itu usia Dan and Frank sepantaran dengan anak kuliah, mereka belum punya modal cukup untuk membuka restoran.

OLEH karenanya, Camey bersaudara meminjam uang ibu mereka sebagai modal. Uang yang dipinjam Camey bersaudara ke ibu mereka adalah 600 dollar AS atau setara 5.400 dollar AS –sekitar Rp 78 juta. Hal yang menarik nama Pizza Hut dipilih sebenarnya karena ketidaksengajaan. Saat ingin membuat papan nama, papan hanya cukup untuk delapan huruf. Akhirnya Camey bersaudara memilih nama Pizza Hut agar muat di papan. Camey bersaudara memiliki prinsip untuk membuat piza yang enak dan layanan seperti keluarga di rumah. Mereka juga akrab dengan petani lokal untuk memasok bahan berkualitas.

Pada 1969, logo atap merah mulai diaplikasikan pada nama Pizza Hut. Hanya butuh 13 tahun, untuk Pizza Hut menjadi restoran piza waralaba nomor satu di dunia. Pada 1971, dari segi penjualan dan jumlah restoran Pizza Hut unggul dari restoran piza yang lain. Pada 1995, Pizza Hut membuat kreasi stuffed crust atau tepian roti yang berisi. Kreasi ini mendongkrak penjualan piza mereka.

Pada 2001, Pizza Hut menjadi perusahaan pertama yang mengantarkan pizanya ke Space Station (stasiun angkasa) internasional. Saat ini Pizza Hut masih beroperasional dan setiap negara memiliki kreasi piza masing-masing.

Pizza Hut dibagi menjadi beberapa format restoran yang berbeda: lokasi makan malam bergaya keluarga asli; lokasi pengiriman dan pelaksanaan toko; dan lokasi hibrid yang memiliki opsi pelaksanaan, pengiriman, dan makan malam. Beberapa lokasi Pizza Hut berukuran penuh memiliki prasmanan makan siang, dengan pizza “sepuasnya”, salad, makanan penutup, dan roti, dan bilah pasta. Pizza Hut memiliki konsep bisnis lain yang tidak tergantung pada jenis toko.

Pada tahun 1975, Pizza Hut mulai menguji konsep dengan Applegate’s Landing. Restoran-restoran ini memiliki eksterior yang tampak seperti rumah-rumah Gaya Kolonial dan memiliki interior eklektik yang menampilkan sebuah truk dengan salad bar di tempat tidur.

Rantai menawarkan banyak dari tarif Italia-Amerika yang sama, seperti pizza dan hidangan pasta dengan beberapa tambahan seperti hamburger dan puding roti. Applegate’s Landing mati pada pertengahan 1980-an tanpa alasan untuk satu lokasi di McPherson, Kansas yang ditutup pada musim gugur, 1995. Lokasi tersebut sekarang adalah kantor dokter gigi.

Konsep kelas atas diluncurkan pada tahun 2004, yang disebut Pizza Hut Italian Bistro. Di 50 lokasi A.S., Bistro mirip dengan Pizza Hut tradisional, kecuali bahwa menu ini menyajikan hidangan baru bertema Italia seperti pasta penne, pomodoro ayam, dan sandwich panggang. Alih-alih hitam, putih, dan merah, lokasi Bistro memiliki motif merah anggur dan cokelat. Pizza Hut Bistros masih melayani pizza dan sisi tradisional rantai. Dalam beberapa kasus, Pizza Hut telah mengganti lokasi “Atap Merah” dengan konsep baru.

Lokasi Pizza Hut Express adalah restoran cepat saji; Mereka menawarkan menu terbatas dengan banyak produk yang tidak terlihat di Pizza Hut tradisional. Toko-toko ini sering dipasangkan dalam colocation dengan WingStreet, di AS dan Kanada, atau merek saudara lainnya seperti KFC atau Taco Bell dan ditemukan di kampus perguruan tinggi, lapangan makanan, taman hiburan, arena bowling, dan di dalam toko-toko seperti Target.
Lokasi Vintage “Red Roof”, yang dirancang oleh arsitek Richard D. Burke, dapat ditemukan di Amerika Serikat dan Kanada; beberapa ada di Inggris, Australia, dan Meksiko.

Dalam bukunya Orange Roofs, Golden Arches, Phillip Langdon menulis bahwa arsitektur Pizza Hut “Red Roof” adalah sesuatu yang aneh – dianggap di luar ranah arsitektur yang signifikan, namun dengan cepat mencerminkan pergeseran dalam selera populer dan tanpa diragukan lagi berdampak pada kehidupan sehari-hari. Bangunan-bangunan ini jarang muncul di jurnal arsitektur, tetapi mereka telah menjadi beberapa yang paling banyak dan mencolok di Amerika Serikat saat ini. ”

Curbed.com melaporkan, “Meskipun Pizza Hut memutuskan untuk menghentikan formulir ketika mereka beralih ke pengiriman, masih ada 6.304 unit tradisional yang berdiri pada 2004, masing-masing dengan atap sirap dan jendela trapesium yang menandakan bagian yang sama dari kenyamanan pinggiran kota dan mal. anomie. ” Gaya bangunan ini umum pada akhir 1960-an dan awal 1970-an.

Nama “Atap Merah” sekarang agak ketinggalan zaman, karena banyak lokasi memiliki atap berwarna coklat. Lusinan “Atap Merah” telah ditutup atau dipindahkan atau dibangun kembali.
Banyak cabang “Atap Merah” minum bir jika bukan bar penuh, musik dari jukebox dan terkadang arcade. Pada pertengahan 1980-an, perusahaan pindah ke format lain yang sukses, termasuk pengiriman atau carryout dan model “Express” makanan cepat saji. (*)

Continue Reading

Wiki

#KamuPsatiGakTau Subway Didirikan Mahasiswa dan Fisikawan Nukl

Published

on

By

Subway didirikan pada Agustus 1965 oleh mahasiswa bernama Fred DeLuca dan Peter Buck seorang fisikawan nuklir.

AWALNYA, restoran ini dinamakan Pete’s Super Submarines dan ‘lahir’ pertama kali di Brideport, Connecticut, AS. Di hari pertama buka, mereka menjual sebanyak 312 sandwich dengan harga kurang dari 1 dolar AS per porsi.

Tiga tahun berselang, yakni di 1968, Buck dan DeLuca melakukan rebranding dan menamakan resto mereka Subway. Keputusan itu seiring dengan perkenalan logo baru Subway yang identik dengan warna kuning terang. Di tahun 1974, mereka telah memiliki 16 toko yang tersebar di penjuru Connecticut.

Pada 1983, Subway mulai membuat roti di resto mereka, sebuah konsep yang menjadi bagian penting dari citra perusahaan. Hal inilah yang juga menjadi salah satu kunci kesuksesan mereka di 1980-an dan 1990-an. Subway lantas membuka restoran pertama mereka di luar negeri pada tahun 1984, tepatnya di Bahrain.

Tahun penting lainnya bagi Subway adalah 1998 di mana mereka membuka lebih banyak lagi resto di luar negeri seperti Hong Kong, Italia, Irlandia Utara, Norwegia, hingga Pakistan. Pada 1990-an adalah tahun kejayaaan Subway yang mana jumlah toko mereka meningkat drastis dari sekitar 5.000 menjadi sekitar 13.200 di 1998, menjadikan kedudukan mereka tepat persis di bawah McDonald’s.

Lantas di 2002, Subway berhasil menyalip McDonald’s sebagai jaringan restoran terbesar di Amerika Serikat dengan sebanyak 13.247 toko. Di Indonesia, Subway sempat membuka tokonya di tahun 1990-an namun pada akhirnya menutup lokasi mereka pada 2005.

Subway sendiri menghidangkan sajian roti lapis kapal selam atau submarine sandwiches atau subs. Sajian-sajian utamanya adalah sandwich roll, dan salad. Namun, mereka juga menyajikan minuman ringan dan hidangan-hidangan lokal yang disesuaikan dengan tempat restoran itu berada.

Isian dalam sandwichnya beragam, mulai dari potongan daging sapi, ayam, bbq, ham, daging asap, steak, dengan sayuran, keju dan berbagai jenis saus. Dilansir dari situs resmi Subway.com, untuk kategori “All Sandwich” Subway menawarkan menu Chicken Slice, Chicken Teriyaki, Italian B.M.T, Meatball Marinara, Roast Beef, Roasted Chicken, Spicy Italian, Steak and Cheese, Subway Club, Subway Melt, Tuna, Seafood and Crab, Turkey Breakfast, hingga Veggie Delite. Untuk menu kategori “Breakfast” Subway menawarkan Breakfast Strip & Egg, Cheese & Egg, Chicken Slice & Egg, dan Tuna & Egg. Subway juga menawarkan sides, drinks, dan extras, seperti chips, cookies, fountain drinks, dan Bottled Water. (Wikipedia)

Continue Reading

Wiki

#KamuPastiGakTau Walikota Samarinda Dengan Latar Belakang TNI

Published

on

By

DARI tahun ke tahun, Samarinda memiliki pemimpin dengan latar belakang yang beragam. Menariknya, sejak era 60-an hingga saat ini, tercatat ada 4 walikota dengan background TNI.

Pertama adalah Kapten TNI AD Soedjono A.J. Dia adalah walikota Samarinda pertama dengan masa jabatan 1960 hingga 1961. Awalnya, Kapten Soedjono A.J. merupakan staf Kodam IX/Mulawarman di Balikpapan. Dia hanya sempat 20 bulan menjadi Wali Kotamadya Samarinda. Tugasnya kemudian diserah-terimakan kepada Letkol TNI AD Ngoedio Bc.HK. pada Agustus 1961.

Kapten TNI AD Soedjono A.J.

Pada 20 Januari 1960, Gubernur Kepala Daerah Kaltim A.P.T. Pranoto –atas nama Mendagri– melakukan penerimaan sumpah jabatan Wali Kota Kepala Daerah Kotapraja Samarinda. Kapten TNI AD Soedjono A.J. diangkat melalui SK Mendagri 1 Januari 1960. Sehari kemudian, dilakukan serah-terima wilayah Kotapraja Samarinda antara Kepala Daerah Istimewa Kutai kepada Wali Kota Kepala Daerah Kotapraja Samarinda. Momen serah-terima ini terjadi pada 21 Januari 1960 –kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Pemerintah Daerah Kotapraja Samarinda. Kapten Soedjono baru dilantik sebagai walikota pada 17 Februari 1960 oleh gubernur atas nama Mendagri.

Selama bertugas, Kapten TNI AD Soedjono A.J. sempat membuat SK tentang Lambang Daerah Kota Samarinda dengan motto “Tata Nirbaya Ananta Boga” yang berarti; “Tertib dan Teratur, Tidak Ada Bahaya, dan Tidak Kurang Sandang Pangan”.

Letkol TNI ADA Ngoedio, Bc.Hk.

Walikota berikutnya adalah pengganti Kapten TNI AD Soedjono A.J., Letkol TNI ADA Ngoedio, Bc.Hk. Dia adalah Wali kota ke 2 Samarinda, sekaligus Ketua DPRD. Saat itu, Samarinda masih berstatus Kotapraja dan DPRD Peralihan. DPRD Kotapraja Samarinda terbentuk 22 September 1961, setelah dikeluarkan ketetapan Presiden Nomor 5 Tahun 1960 –disempurnakan– dan SK Gubernur KDH Provinsi Kaltim Nomor 14/Des/1961 pada 22 September 1961 dengan nama DPRD Gotong Royong yang beranggotakan 15 orang –sesuai ketentuan yang digariskan UU Nomor 27 Tahun 1959.

Sebelum menjabat sebagai walikota, Letkol TNI AD Ngoedio, Bc.Hk. bertugas di Dinas Kehakiman DAM IX Mulawarman. Dia sempat merangkap jabatan hingga 1965 sesuai Instruksi Mendagri Nomor 23 Tahun 1965 tentang Penyempurnaan DPRD Gotong Royong. Jumlah anggota yang semula 15 orang, kemudian ditambah menjadi 25 orang. Termasuk 1 ketua dan 2 wakil ketua DPRD Gotong Royong. Masa ini berlanjut hingga diberlakukannya UU Pokok Pemerintahan Daerah Nomor 18 Tahun 1065.

Dalam catatan sejarah, Letkol TNI AD Ngoedio, Bc.Hk. menjabat sebagai walikota selama lebih dari 6 tahun hingga 8 November 1967. Dalam sidang khusus DPRD Peralihan, dilangsungkan serah-terima jabatan Ketua DPRD Peralihan dari Letkol TNI AD Ngoedio, Bc.Hk. kepada wakilnya Bustanil H.N. yang diangkat sebagai Pj Ketua DPRD Peralihan sampai terpilihnya ketua yang baru.

Letkol Inf (Purn) Iswanto Rukin

Walikota ketiga dengan latar belakang TNI adalah Letkol Inf (Purn) Iswanto Rukin. Dia adalah walikota Samarinda ke 5 menggantikan Drs H. Anang Hasyim. Letkol Inf (Purn) Iswanto Rukin adalah walikota yang masa jabatannya tersingkat. Tak lebih dari sebulan atau hanya 26 hari, Letkol Inf (Purn) Iswanto Rukin meninggal dunia. Dia dlantik 11 Februari 1985 dan masa jabatannya berakhir pada 7 Maret 1995.

Letkol H. Lukman Said

Terakhir adalah Letkol H. Lukman Said. Dia merupakan walikota Samarinda ke 7 menggantikan H. Waris Husain yang menjabat 2 periode sebelum digantikan oleh Drs H. Achmad Amins. H. Waris Husain menyerahkan jabatan walikota kepada Letkol H. Lukman Said berdasarkan SK Mendagri Nomor 131.44.222 pada 20 Oktober 1995. Pemerintah kemudian mengeluarkan SK tentang walikota yang didampingi wakil walikota.

Letkol H. Lukman Said kemudian mengusulkan agar Drs H. Achmad Amins sebagai wakil walikota mendampingi dirinya. Usulan ini disetujui Mendagri sesuai dengan SK Nomor 132.44034 pada 17 Februari 1998. Letkol H. Lukman Said menjabat selama 5 tahun –1995 sampai 2000. (Wikipedia)

Continue Reading

Trending