Connect with us

Wikitripia

4 Versi Asal-Usul Nama Kota Balikpapan

Published

on

Menilik dari susunannya, kata “Balikpapan” dapat dimasukkan ke dalam asal kata bahasa Melayu. Konon, ada empat hikayat populer yang mengungkap asal-usul kota yang berada di pesisir timur Kalimantan ini.

PERTAMA, diceritakan bahwa pada 1739, Sultan Muhammad Idris dari Kerajaan Kutai memerintahkan kepada para pemukim di sepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbang bahan bangunan untuk pembangunan istana baru di Kutai Lama. Sumbangan tersebut berupa penyerahan 1.000 lembar papan yang diikat menjadi sebuah rakit dan dibawa ke Kutai Lama melalui sepanjang pantai.

Ternyata dalam perjalanannya, ada 10 keping papan yang terlepas dan hanyut hingga ke sebuah tempat yang kini bernama “Jenebora”. Dalam peristiwa ini, masyarakat dari suku Kutai menyebutnya dengan istilah “Balikpapan tu” atau “Baliklah papan itu”. Kemudian hari dikenal dengan sebutan Balikpapan.

Kedua, diceritakan dari masyarakat Suku Paser Balik. Lazim disebut Suku Paser Kuleng. Pada 1527, secara turun menurun, dihikayatkan tentang asal mula nama “Negeri Balikpapan”. Masyarakat Suku Paser Balik yang bermukim di sepanjang pantai teluk Balikpapan berasal dari keturunan kakek dan nenek yang bernama Kayun Kuleng dan Papan Ayun. Oleh keturunan kampung nelayan yang terletak di Teluk Balikpapan, wilayah tersebut diberi nama “Kuleng–Papan” atau artinya “Balik–Papan”.

Ketiga asal-usul nama Balikpapan bersumber cerita dari seorang. Ia yang dilepas oleh sang ayah yang tak lain adalah seorang raja. Keputusan itu dilakukan sang ayah lantaran tidak ingin putrinya jatuh ketangan musuh. Sang putri yang masih balita kemudian diikat di atas beberapa keping papan dalam keadaan terbaring. Lantaran terbawa arus dan diterpa gelombang, papan tersebut terbalik.

Papan tersebut kemudian terdampar di tepi pantai, lalu ditemukan oleh seorang nelayan. Ketika papan dibalik, ternyata terdapat seorang putri yang masih dalam keadaan terikat. Konon, putri tersebut bernama Petung yang berasal dari kerajaan Paser. Berdasarkan kejadian tersebut, lokasi ditemukannya sang putri dinamakan Balikpapan.

Keempat, diceritakan bahwa raja Aji Muhammad dari kerajaan Paser memberikan sebuah wilayah teluk kepada putrinya bernama Aji Tatin sebagai hadiah pernikahan dengan seorang bangsawan dari kerajaan Kutai. Sebagai penguasa wilayah, putri Aji Tatin memungut upeti berupa hasil bumi. Diantaranya kayu papan dari masyarakat di sepanjang teluk tersebut.

Pada suatu ketika kapal pengangkut upeti berupa papan kayu diterjang badai hebat. Ombak besar membuat kapal terbalik dan menghantam karang. Tidak seorangpun penumpang kapal yang merupakan pengikut setia Aji Tatin yang selamat. Untuk mengenang peristiwa tersebut, wilayah teluk tempat kapal pegangkut papan itu terbalik dinamakan Balikpapan. Sementara karang tempat kapal terhempas disebut Pulau Tukung, berasal dari kata “Tokong” atau “Galah” para pendayung yang patah.

Terlepas dari cerita mana yang benar, hal tersebut telah menjadi wujud kekayaan budaya dan sejarah Kota Balikpapan yang harus dilestarikan dari generasi ke generasi serta perlu diketahui oleh seluruh masyarakat Kota Balikpapan. (pelbagai sumber)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Wikitripia

4 Wali Kota Samarinda Dengan Latar Belakang TNI

Published

on

By

Dari tahun ke tahun, Kota Samarinda memiliki pemimpin dengan latar belakang yang beragam. Menariknya, sejak era 60-an hingga saat ini,

SUDAH sembilan sosok mengisi jabatan wali kota. Salah satunya bahkan tercatat sebagai yang terlama. Dia adalah Kadrie Oening yang menjabat selama 13 tahun. Namun, dalam catatan sejarah, tercatat pula ada empat walikota dengan latar belakang Tentara Negara Indonesia atau TNI.

Kapten Soedjono AJ adalah wali kota pertama di Kota Samarinda yang diangkat melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri pada 1 Januari 1960. Tapi sebelumnya, Kapten TNI AD Soejono AJ adalah staf Kodam IX/Mulawarman di Kota Balikpapan.

Wali kota berikutnya dengan latar belakang TNI adalah Letkol Ngoedio, Bc.Hk. yang merupakan wali kota kedua Kota Samarinda. Ketiga adalah Letkol Inf (Purn) Iswanto Rukin sebagai Wali Kota Samarinda kelima, dan terakhir adalah Kolonel H. Lukman Said sebagai Wali Kota Samarinda ke tujuh. (wikipedia)

Continue Reading

Wikitripia

Riwayat Jembatan Mahakam

Published

on

By

Jembatan Mahakam dibangun di atas alur Sungai Mahakam. Inilah akses yang menghubungkan Samarinda kota dengan Samarinda Seberang. Fungsinya sangat vital bagi pengguna kendaraan sebagai jalur keluar masuk kendaraan dari dan menuju luar Samarinda.

PROSES persiapan pembangunan Jembatan Mahakam memakan waktu cukup lama. Butuh waktu 5 tahun –terhitung sejak 1982 hingga 1986– untuk membangun Jembatan Mahakam yang membelah Sungai Mahakam. Perjalanannya dimulai 13 April 1982, saat Gubernur Kalimantan Timur Ery Supardjan dan Menteri Pekerjaan Umum Purnomosidi, mengikuti tim survei untuk melihat lokasi pembangunan Jembatan Mahakam.

Pada 6 Oktober 1983, Gubernur Kaltim Soewandi dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Anwar Hanani, melaksanakan pemancangan tiang pertama Jembatan Mahakam. Inilah tanda dimulainya pembangunan jembatan terbesar di Kota Tepian –saat itu– yang melintasi Sungai Mahakam.

Lalu, pada 4 Oktober 1985, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur Soentoro, bersama Pimpinan Proyek Tatang Hendarman, dan Kepala Bidang Bina Marga Abu Bakar Al-Chered, melaksanakan pemasangan baut terakhir yang menandakan selesainya pembangunan Jembatan Mahakam ini. Nah, pada 2 Agustus 1986, Presiden Soeharto meresmikan jJembatan Mahakam bersama Gubernur Kalimantan Tmur Soewandi dan Menteri Pekerjaaan Umum Suyono Sosrodarsono.

Jembatan Mahakam sendiri miliki panjang total sekira 400 meter dan memiliki ruang vertikal sekira 5 meter. Pasca peresmian, Jembatan Mahakam menjadi satu-satunya akses jalan darat yang menghubungkan daerah Mahakam bagian utara dan Mahakam bagian selatan. Sekira 2 dekade, Jembatan Mahakam menjadi penghubung antara Samarinda Seberang dengan Samarinda Kota.

Dikemudian hari, Pemerintah Kota Samarinda mulai membangun dua jembatan untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di Jembatan Mahakam. Dua jembatan itu adalah Jembatan Mahakam Ulu atau Mahulu –dibangun di Kelurahan Sengkotek– dan Jembatan Mahkota II –dibangun di Kecamatan Palaran. (wikipedia)

Continue Reading

Wikitripia

Event Bulu Tangkis Indonesia Terbuka Pernah Hadir di Kota Samarinda

Published

on

By

Bulu tangkis merupakan olahraga paling populer di Indonesia –selain sepak bola. Sepanjang sejarah, event bertaraf internasional di olahraga ini hanya sekali pernah diselenggarakan di Kota Samarinda –ibukota Provinsi Kalimantan Timur.

MOMENTUM bersejarah itu terjadi di Indonesia Terbuka pada 1990. Event ini adalah kejuaraan bulu tangkis terkenal berbintang enam yang diselenggarakan di Indonesia sejak 1982. Indonesia Terbuka telah berganti nama menjadi Indonesia Super Series. Hal itu terjadi setelah Indonesia Open bergabung dengan beberapa kejuaraan lainnya dalam kategori Super Series hingga 2017. Namun sejak 2018, Indonesia Terbuka berubah nama menjadi Tur Dunia –World Tour– Indonesia Super 1000 karena menyesuaikan nama turnamen Tur Dunia Badminton World Federation (BWF).

Sepanjang sejarah, Kota Jakarta menjadi daerah yang paling sering dipilih menjadi tempat penyelenggaraan Indonesia Terbuka. Tercatat 20 kali penyelenggaraan digelar di sana sejak 1982 hingga 1989, 1993, 1995 dan 1996, 1998, 2000 dan 2001, serta 2004 sampai 2019. Daerah lain di Indonesia yang pernah disinggahi event ini adalah Kota Bandung (1991), Kota Semarang (1992), Kota Yogyakarta (1994), Kota Surakarta (1997), Kota Denpasar (1999 dan 2021), Kota Surabaya (2002), serta Kota Batam (2003).

Di Kota Samarinda, Indonesia Terbuka dilaksanakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Segiri pada 18 sampai 22 Juli 1990. Saat itu, Indonesia Open masih berbintang lima dengan hadiah uang sebesar US$135,000.

Di partai final, Indonesia menempatkan atletnya di semua kategori. Dua diantaranya bahkan menjadi all Indonesia final, yakni di tunggal putra antara Ardy Wiranata melawan Eddy Kurniawan, dan ganda campuran antara Rudy Gunawan-Rosiana Tendean versus Aryono Miranat-Erma Sulistianingsih. Di tunggal putra, Ardy Wiranata tampil sebagai juara. Sementara di ganda campuran keluar sebagai juara pasangan Rudy Gunawan-Rosiana Tendean.

Di tunggal putri, Susi Susanti harus mengakui kemenangan Lee Young-suk (Korea Selatan). Di ganda putra, Thomas Indracahya dan Reony Mainaky kalah 2 set langsung melawan Razif Sidek dan Jalani Sidek (Malaysia). Sementara di ganda putri, Chung Myung-hee dan Chung Soo-young (Korea Selatan) mengalahkan Rosiana Tendean dan Erma Sulistianingsih. (wikipedia)

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tripia.id (@tripiaid)

Continue Reading

Trending